Belum Semua Restoran Bersertifikat Halal di Lombok

Gambar Restoran Bersertifikat Halal di Lombok

Menjadi pulau dengan beberapa objek wisatanya masuk sebagai nominasi wisata halal 2016 dan di tahun 2015 pernah menjuarai ajang tersebut, beberapa fasilitas penunjang kehalalan tentu saja diperlukan. Salah satu yang penting adalah restoran berlabel halal.

Dari banyak restoran di Pulau Lombok, belum semua bersertifikat halal, meskipun makanan di restoran tersebut 100% halal. Hal ini tentu saja harus menjadi perhatian pemerintah daerah untuk semakin menjamin kenyamanan wisatawan muslim yang berkunjung.

Dikutip dari laman Lombok Post, Ketua MUI Lombok Utara,  TGH Abduh Karim menegaskan bahwa beliau tidak memaksa namun menghimbau hotel dan restoran untuk segera mengurus hal tersebut.

”Kami tidak memaksa tetapi mengimbau hotel untuk mengurusnya,” tegas TGH Abdul Karim saat menghadiri Rakorda MUI se-pulau Lombok di Tanjung, Sabtu (26/11) lalu.

Di lain kesempatan juga ketua MUI Nusa Tenggara Barat, H. Saeful Muslim membenarkan bahwa belum semua restoran dan hotel mengurus sertifikat, namun ia berharap tahun ini semua bisa selesai.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam hal ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sudah berupaya dengan merencanakan untuk memberikan sertifikat halal gratis dari MUI guna mendukung pariwisata syariah di Lombok.

Sebagai daerah tujuan wisata yang mengedepankan wisata halal, tentu saja menjadi hal yang wajib bagi setiap hotel dan restoran memiliki sertifikat halal. Agar wisatawan muslim khususnya mampu membedakan mana makanan yang mengandung unsur halal dan haram.

BACA :   Inilah 7 Daftar Tempat Wisata di Lombok yang Paling Populer

Sebagai ketua MUI yang memiliki tanggung jawab dalam hal ini, H. Saeful Muslim mengenggap mungkin masih banyak masyarakat, khususnya pihak restoran dan hotel yang belum begitu paham tentang aturan itu, oleh karena itu pihaknya berencana mensosialisasikan hal ini sehingga harapannya aturan ini dapat dipahami oleh masyarakat.

Oleh karena itu, hal ini sebenarnya bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, tapi seluruh komponen masyarakat, termasuk pemilik restoran yang mau mendaftarkan restorannya atas dasar kesadaran sendiri tanpa perlunya penyuluhan-penyuluhan. Masyarakat juga sebaiknya berperan aktif apabila masih menemukan restoran yang belum memiliki sertifikat halal.


Awesome Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *