Sosialisasi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Pada Media Nasional

Sosialisasi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Pada Media Nasional

HOLIDAYISLOMBOK.com, 24 Agustus 2016 — Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kementrian Pariwisata (Kemenpar), I Gde Pitana menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemasaran Pariwisata Mancanegara pada Media Nasional di The Santosa Hotel & Resort, Lombok, Rabu (24/8).

Deputi BP3M didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika, Nia Niscaya dan pejabat lainnya di lingkungan Deputi BP3M Kemenpar pada kesempatan itu memberikan penjelasan umum tentang kinerja Deputi BP3M terkait pengembangan wisata halal. Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal, Ketua BPPD NTB, Affan Ahmad, dan Ketua Tim Percepatan Wisata Halal, Riyanto SOfyan.

Indonesia Potensial Menjadi Pusat Wisata Halal Dunia

Indonesia Potensial menjadi pusat wisata halal dunia karena mayoritas penduduknya beragama islamd dengan sarana destinasi dan pendukung layanan pariwisata yang sebagian besar telah memenuhi kriteria persyaratan wisata halal.

Deputi BP3M Kemenpar, I Gde Pitana mengatakan pariwisata halal dalam beberapa waktu terakhir menjadi tren di dunia dengan berbagai potensi besar yang mungkin untuk dikembangkan di dalamnya. “Banyak negara lain yang sudah mempersiapkan diri menjadi destinasi wisata halal seperti Australia, Tiongkok, dan Jepang. Kita harus menjadi pusat wisata halal dunia,” kata Pitana.

Kemenpar mencatat dari 10 juta wisatawan mancanegara (wisman) yag berkunjung ke Indonesia, sebanyak 20 persen diantaranya adalah wisatawan muslim. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi dan peluang yang besar untuk menjadi pusat destinasi wisata halal dunia, Selain itu menurutnya bukan sesuatu yang sulit untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat destinasi muslim dunia.

“Harus dipahami bahwa halal bukan produk tapi kriterianya memenuhi persyaratan produk untuk pelayanan halal kepada wisatawan,” katanya. “Hotel, restoran, dan fasilitas pendukung yang lain semua sama seperti biasanya hanya perlu ditekankan untuk memenuhi kriteria pelayanan halal dan muslim friendly. Dan sebagian besar di Indonesia telah sesuai dengan itu,” katanya. Di Indonesia, kata Pitana, banyak destinasi yang bisa dikembangkan sebagai wisata halal diantaranya Lombok, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Sumatera Barat dan Jawa Timur.

Terlebih khusus untuk Lombok misalnya, telah mampu mencetak prestasi dengan meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang World Halal Travel Awards (WHTA) 2015 di Abu Dhabi sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal HOneymoon Destination.


Awesome Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.